Memang sejak Jumat 11 Januari lalu, paling tidak 6-7 orang wartawan Solo, selalu stand by di halaman Dalem Kalitan hingga larut malam. Tak berbeda dengan hari-hari sebelumnya, pada Senin(14/1/2007) pun beberapa wartawan sudah berada di lokasi begitu malam menjelang.
Nah, kali ini yang membuat suasana berbeda adalah kedatangan seorang reporter perempuan dari salah satu TV swasta dan seorang pria tak dikenal. Kebetulan keduanya duduk bersebelahan di tengah-tengah para wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tombo ngantuk, nih," begitu kira-kira kata yang biasa diucapkan para wartawan dalam hati.
Menghilangkan kantuk, akhirnya para wartawan asyik mengobrol dan tukar-menukar nomor telepon dengan Dian. Namun tak disangka, laki-laki yang tak dikenal itu pun melepaskan kata.
"Si Agus kemarin ke Giribangun ya ?" tanyanya. "Agus siapa, mas ?" timpal seorang wartawan, balik bertanya.
"Agus Pangdam, sama si Kapolda Jateng itu, siapa namanya?" tanya laki-laki itu lagi.
Belum sempat dijawab, laki-laki tersebut sudah kembali bicara dengan topik yang berbeda. "Jogja gempa ya?" ujarnya lagi.
Mendengar ucapan itu, spontan para wartawan kaget. Naluri jurnalis mereka tiba-tiba tergerak karena informasi tersebut. Tapi beberapa detik kemudian laki-laki itu mengatakan sesuatu.
"No comment !" katanya singkat.
Dan sejak kata-kata itu keluarlah, para wartawan baru ngeh kalau mereka duduk bersama orang yang kurang 'sehat' akalnya. Usut punya usut, beberapa wartawan lain ternyata juga pernah bertemu dengannya.
Bahkan jurnalis yang bertugas stand by di Bandara Adi Sumarmo Solo pun dikabarkan pernah dibentak-bentak dengan tidak jelas.
Setiap kali memperkenalkan diri, laki-laki ini selalu menyebut dirinya sebagai Presiden. Padahal sebelumnya, penampilannya yang selalu rapi dan terkesan garang karena berkumis lebat, membuat para wartawan menyangka kalau laki-laki ini adalah polisi preman.
Apalagi beberapa hari belakangan, Poltabes Solo memang memperketat pengamanan di kawasan Kalitan. "Sialan, saya pikir intel. Ternyata wong edan," umpat seorang wartawan koran kriminal di Solo. (mar/ndr)











































