Ditolak di Lantai 5, Pendeta Papua Berdoa di Lobi RSPP

Ditolak di Lantai 5, Pendeta Papua Berdoa di Lobi RSPP

- detikNews
Senin, 14 Jan 2008 23:40 WIB
Jakarta - Sakitnya mantan Presiden Soeharto benar-benar menarik perhatian berbagai golongan masyarakat. Tak terkecuali seorang pendeta asal Papua.

Sakitnya mantan Presiden Soeharto benar-benar menarik perhatian berbagai golongan masyarakat. Tak terkecuali seorang pendeta asal Papua.

Bertopi adat dengan hiasan bulu-bulu, pendeta bernama Jack John Ramendai ini mendatangi RSPP, tempat Soeharto dirawat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Allah, doa kami bagi beliau, kuatkan, sehatkan, sembuhkan, seturut kehendakmu," kata Jack yang mengenakan seragam pendeta berwarna putih dan garis-garis ungu di Lobi, RSPP, Jl Kyai Maja, Jakarta, Senin sekitar pukul 20.15 WIB, (14/1/2007).

Sejatinya Jack, yang mengaku mewakili 7 ribu umat kristiani di Papua ini hendak naik ke lantai 5 gedung rumah sakit, dan berdoa di ruangan Soeharto dirawat. Tapi dia ditolak petugas. Alhasil dia pun membacakan doa yang telah ditulisnya di atas selembar kertas.

Tak hanya itu karangan bunga pun dibawa bagi Soeharto. "Kalau doa dan karangan bunga tidak diterima Pak Harto, maka bisa diterima putranya yang benama Mandala (Hutomo Mandala Putra atau Tommy)," imbuh Jack.

Akhirnya karangan bunga itu pun hanya ditaruh di lobi. Hanya petugas RSPP yang melayani sang pendeta yang juga mengaku ketua putra-putri pejuang trikora.

"Kenapa yang bernama mandala, karena Pak Harto memimpin Operasi Mandala membebaskan Papua dari penjajah," jelas Jack yang saat berbicara di lobi cukup menarik perhatian pengunjung. (ndr/aba)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait