Pengambilan janji dan pelantikan dilakukan dalam Rapat Paripurna Istimewa di Ruang Balairungsari DPRD Kalbar.
Mendagri Mardiyanto atas nama Presiden RI usai mengambil janji dan melantik Cornelis-Christiandy Sanjaya mengatakan bahwa saat ini keduanya bukan lagi milik golongan tertentu, tapi sudah menjadi milik masyarakat Kalbar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Mardiyanto juga menitip pesan kepada gubernur dan wakil gubernur yang baru, agar dalam menjalankan roda pemerintahan dapat mengelola keuangan daerah secara transparan dan akuntabel.
Begitupula dengan pengelolaan APBD diharapkan berorientasi pada kepentingan publik dan penanganan masalah sosial lain.
Acara pelantikan dan pengambilan janji ini dihadiri bupati/wali kota se-Kalbar, kepala dinas se-Provinsi Kalbar, KPUD se-Kalbar, dan camat se-Kalbar, serta sejumlah anggota DPR-RI.
Selain Usman Ja'far dan LH Kadir, dua kandidat gubernur lainnya yang kalah dalam Pilkada 15 November 2007 lalu, masing-masing M Akil Mochtar dan Oesman Sapta juga hadir dalam pelantikan itu. Sedangkan dari 55 jumlah anggota DPRD Kalbar, delapan di antaranya tidak hadir.
Cornelis-Christiandy Sanjaya menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar, menggantikan Usman Ja'far-LH Kadir. Pasangan yang diusung oleh PDI-P ini berhasil menumbangkan posisi in cumbent yang saat itu diusung delapan partai besar, termasuk Partai Golkar.
Meski telah terpilih secara demokratis, Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya sebelumnya sempat tersandung indikasi penyalahgunaan ijazah. Namun, Kapolda Kalbar, Brigjen Zainal Abidin Ishak dalam konferensi pers akhir tahun 2007 dengan tegas menyatakan bahwa Christiandy Sanjaya bersih dari indikasi pemalsuan ijazah sebagaimana dituduhkan kepadanya. (mar/mar)











































