Ketua DPD PDIP Jabar Rudi Harsa Tanaya mengatakan dari hasil rapat seluruh dewan pimpinan cabang (DPC) se-Jabar, diputuskan paket Agum Gumelar-Nu'man Abdul Hakim dari PPP ditolak. Seluruh DPC tetap menginginkan paket Agum-Rudi yang telah ditetapkan SK-nya oleh DPP.
"Saya mencoba memfasilitasi keinginan Pak Agum dan keingingan partai. Ternyata semua DPC menolak paket Agum-Nu'man. Saya tidak bisa apa-apa, karena semua harus berdasarkan keputusan bersama. Apapun keputusan saya kan harus dipertanggungjawabkan kepada DPC," ujarnya saat dihubungi detikcom, Senin (14/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini akan menjadi pilihan Agum. Apakah dia tetap dengan keinginannya berpasangan dengan Nu'man atau menerima putusan partai kami," tegasnya.
Jika Agum lebih memilih jalan sendiri, maka kata Rudi, pihaknya telah mempersiapkan paket lain yang akan diusung. Sayangnya dia enggan mengungkapkan paket yang dimaksud. "Ah, nanti sajalah. Pokoknya surprise," kilah Rudi.
Namun lebih lanjut Rudi menyatakan jika dari hasil pengkajian, ternyata pengusungan paket baru tidak menguntungkan parpol, maka bukan tidak mungkin PDIP memutuskan untuk tidak mengusung satu calon pun. "Kami tidak diberi keleluasaan untuk memilih. Selalu dilematis. Ini adalah pilihan terakhir jika semua rencana gagal," pungkasnya.
Sebelumnya, PPP telah mengumumkan akan mencalonkan paket Agum-Nu'man pada Pilkada mendatang. Keinginan ini disambut oleh Agum, yang dalam beberapa kesempatan mengatakan keinginannya berpasangan dengan Nu'man, yang kini menjabat sebagai wakil gubernur Jabar.
(ern/nrl)











































