Berdasarkan hasil inventarisasi Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah pada November-Desember 2007 tercatat, 24 dari 558 koleksi naskah hilang.
"Selama ini sama sekali nggak pernah disebut-sebut tentang naskah selalu arca melulu. Padahal saya pikir naskah bersejarah ini lebih penting dibandingkan arca. Coba kalau orang mau belajar, yang dicari pertama kali kan naskah," kataย Ketua Komisi IV DPRD Solo, KRMH Satryo Hadinagoro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, kepolisian seharusnya memberikan porsi perhatian yang sama
terhadap koleksi naskah yang hilang.
Satryo mengatakan, naskah kuno adalah sumber pengetahuan yang banyak diincar orang asing.
"Banyak negara lain yang mungkin mengincar dan mencari naskah-naskah kuno kita. Tapi kita sendiri malah nggak begitu peduli dengan milik kita. Ini yang perlu diubah," ujar pria yang juga kerabat Keraton Kasunanan Surakarta ini.
Dikatakan Satrya, DPRD Solo akan membahas hilangnya naskah-naskah itu dalam beberapa waktu ke depan. (aan/nrl)











































