Itik Padang Mogok Bertelur Gara-gara Kekeringan

Itik Padang Mogok Bertelur Gara-gara Kekeringan

- detikNews
Senin, 14 Jan 2008 12:49 WIB
Padang - Tidak hanya petani di kota Padang, Sumatera Barat yang kelimpungan akibat sawahnya terancam kekeringan. Peternak itik pun ikutan stres. Hewan ternak mereka mogok bertelur.

"Saat ini, dapat panen 50 butir telur saja dalam sehari sudah syukur. Padahal, sebelum bendungan irigasi rusak, dari 200 ekor itik, saya bisa menghasilkan 150-175 butir telur per hari," kata Momon (29).

Momon adalah salah satu peternak itik di Parak Buruak, Kelurahan Batipuah Panjang, Kecamatan Koto Tangah Padang kepada detikcom, Senin (14/1/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Momon, menurunnya produksi telur itik peliharaannya membuat permintaan sejumlah pedagang yang biasa menjadi langganannya tidak terpenuhi. Bahkan, sejak beberapa hari terakhir, dua dan sejumlah peternak lainnya terpaksa menaikkan harga jual telur Rp 50 sampai Rp 100 per butir untuk menutupi biaya pakan itiknya.

"Untuk pedagang kami biasanya melepas sebutir telur dengan harga Rp 1.000 sampai Rp 1.100. Kalau tidak dinaikkan kami bisa tekor," katanya.

Sebelum saluran irigasi yang rusak normal kembali, dia mengaku kesulitan meningkatkan produksi. Sebab itik  peliharaannya sudah terbiasa dimanjakan dengan air yang banyak. "Kalau kering begini mereka jadi stress dan pelit bertelur," kata Momon.

Ardison (36), pedagang nasi goreng dan teh telur di Air Dingin, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Padang juga mengaku kesulitan mendapatkan telur itik pasca banjir. Bahkan, sejak beberapa hari terakhir stok telur itik di kedainya sudah kosong.

"Sekarang, di pasar Lubuk Buaya susah sekali cari telur itik. Kalau pun ada, harganya terlalu tinggi. Untuk sementara, kami terpaksa tidak pakai telur itik dulu karena untuk menaikkan harga jual makanan kami juga susah," ujarnya.

Sebelumnya hujan lebat yang mengguyur kota Padang selama beberapa hari pada akhir tahun lalu menyebabkan banjir dan menjebol dua saluran irigasi utama di kota Padang. Irigasi yang rusak dan kini sedang dalam proses perbaikan itu adalah irigasi Koto Tuo yang berada di Kelurahan Balai Gadang dan saluran irigasi Gunung Nago. (yon/umi)


Berita Terkait