Selain pejabat teras di masa Orde Baru hingga Kabinet Indonesia Bersatu, ada ratusan "pejabat teras" lainnya. Mereka dengan setia menunggui kabar seputar kesehatan Soeharto setiap harinya.
Nah, kalau pejabat teras biasanya identik dengan jabatan penting, penampilan mentereng, dan berkantong tebal, maka lain halnya dengan "pejabat teras".
"Pejabat teras" yang dimaksud adalah para wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik yang meliput kondisi Soeharto di RSPP. Lho kok?
Sebutan "pejabat teras" ini muncul dalam candaan para wartawan di RSPP. Di RSPP, wartawan hanya boleh meliput sampai di teras depan lobi RSPP.
Nah, di teras inilah para wartawan melakukan semua aktivitasnya. Mulai dari mengetik berita, mengobrol, makan dan minum, bahkan tidur di malam hari. (rdf/sss)











































