Karung Kedelai Nan Berat Dipikul Perajin Tahu Tempe ke Istana

Karung Kedelai Nan Berat Dipikul Perajin Tahu Tempe ke Istana

- detikNews
Senin, 14 Jan 2008 10:21 WIB
Jakarta - Seorang perajin tahu tempe terlihat kepayahan. Langkahnya berat dan terseret-seret. Sekarung kedelai nan berat menjadi beban karena terlalu berat dipikul.

Begitulah aksi happening art yang disuguhkan dalam unjuk rasa seribuan perajin tahu dan tempe seluruh Jakarta di depan Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (14/1/2008).

Selain aksi memikul karung kedelai berwarna putih bertuliskan "kedelai super cap jempol", ada juga aksi berjualan tahu dan tempe dengan menggunakan sepeda zaman dulu alias ontel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demontran tergabung dalam Primer Koperasi Perajin Tempe dan Tahu Indonesia (Primkopti). Mereka berdatangan sejak pukul 09.00 WIB dengan menggunakan metromini.

Mereka membentangkan spanduk bertuliskan "Turunkan harga kedelai atau SBY yang turun", "Perdagangan bebas sengsarakan perajin tahu dan tempe", dan "Perajin tahu dan tempe butuh perlindungan pemerintah".

Poster juga dipajang demonstran. Isi poster yakni "Javanese Food" dan "Mendoan Gombong".

Koordinator aksi Handoko menyatakan, pemerintah harus memperhatikan nasib perajin tahu dan tempe.

"Kedelai itu makanan rakyat kecil. Presiden pun juga makan tempe," cetus Handoko.

Wasekjen Dewan Koperasi Indonesia Sarjono menyatakan, masyarakat jangan terfokus pada RSPP.

"Perhatikan yang 1.000 orang ini. Selama ini impor kedelai terbatas, yang pegang hanya 7 pemodal. Cuaca terganggu, mereka bisa beralasan kedelai telat datang. Sehingga harga kedelai naik, dipermainkan seperti itu," kata Sarjono.

Aksi demonstran mendapat pengamanan cukup ketat. Sekitar 100 personel Polres Jakarta Pusat berjaga-jaga. Setelah menggelar aksi di Istana, perajin tahu dan tempe juga akan mengelar aksi di Komisi VI DPR. (nik/sss)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini