Bahkan yang terakhir, Minggu 13 Januari 2008, Tim Dokter mengatakan, penguasa Orde Baru itu dalam kondisi sangat kritis. Harapan hidup Pak Harto, hanya tinggal 50 persen.
Soeharto pertama kali dinyatakan kritis pada 5 Januari 2008 atau hari kedua sejak dia dirawat di RSPP. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla pun menengok Soeharto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kritis kedua Pak Harto terjadi pada Jumat 11 Januari 2008. Sekitar pukul 17.00 WIB, dokter menyatakan kondisinya sangat gawat. Hingga malam hari, kondisi Pak Harto belum menunjukkan perkembangan yang berarti.
Bahkan, Pak Harto sempat berhenti bernafas. Namun setelah dokter memasang ventilator, Soeharto bernafas lagi. Pak Harto membaik.
Namun pada Minggu 13 Januari 2008, kondisi Pak harto ngedrop lagi. Bahkan pada pukul 13.00 WIB, tim dokter menyatakan Soeharto sangat kritis. Peluang hidupnya hanya 50:50.
Berbagai persiapan untuk kemungkinan terburuk mulai terlihat dilakukan. Pengamanan Cendana diperketat. TNI Angkatan Udara juga telah menyiapkan 5 pesawat untuk mengangkut pejabat dan keluarga Cendana ke Solo, Jawa Tengah.
Namun lagi-lagi, Pak Harto berhasil lolos dari kondisi gawat. Pada pukul 19.00 WIB, tim dokter mengabarkan, Soeharto makin membaik.
Keterangan terakhir yang diterima dari dokter, Soeharto ditidurkan. Meski belum melewati masa kritis, Soeharto telah lolos dari kondisi gawat.
Bagaimana kondisi Pak Harto saat ini? Tim dokter terus memantau dan akan memberi keterangan kepada media pada Senin pagi (14/1/2008). (ken/ken)










































