Jakarta - 15 Pria berbaju gamis serba putih tampak lesu saat keluar dari RS Pusat Pertamina. Pria-pria yang mengaku dari Majelis Dzikir SBY itu ditolak bertahlil di lantai 5 tempat Soeharto dirawat.
"Bukannya ditolak, tapi tempatnya nggak cukup di dalam," kata ketua rombongan Muhammad Muzakir kepada wartawan yang mencegatnya, Minggu (13/1/2007).
Menurut Muzakir, petugas yang menjaga Soeharto menyuruh mereka berdzikir di lobi rumah sakit. "Tapi kan di lobi kotor, tidak afdol," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, Muzakir dan 14 rekannya kemudian memutuskan untuk berdoa di Masjid RSPP. "Kami tahlilan di masjid saja," katanya sambil berlalu.
(ken/aba)