Demikian disampaikan salah seorang dokter yang menangani Soeharto, dr Djoko Rahardjo, kepada wartawan di RSPP, Jl Kiai Maja, Jakarta Selatan, Minggu (13/1/2008) pukul 20.15 WIB.
Berikut petikan wawancara wartawan dengan Djoko Rahardjo:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ya memang sudah dipasang sejak lama
Apa menunggu baterai habis dulu, lalu alat itu dicabut?
Nggaklah. Nanti kalau jantungnya sudah agak membaik, baru dipasang yang baru. Alat pacu jantung dari dulu sudah dipasang. Jadi kalau keadaan membaik, akan dipasang untuk sinkronisasi. Jadi, bukan menunggu baterai habis terus dibuang. Alat pacu itu bisa bertahan 10 tahun
Yang dipasang di tubuh Pak Harto berapa lama?
Yang dipasang umurnya sudah 6 tahun
Keadaan alat itu masih baik?
Oh masih
Jadi, alat pacu jantung tidak ada baterainya?
Ya tidak ada. Alat pacu jantung bukan CRT. Itu kan alat pacemaker biasa. (asy/sss)










































