Kedua bayi orangutan yang kehilangan induk itu diberi nama Hugo (jantan) dan Miriam (betina). Saat ini keduanya dalam perawatan di pusat karantina yang berada Desa Batu Mbelin, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
"Keduanya terpaksa dititipkan karena sudah tidak lagi memiliki induk. Hugo dititip di karantina sejak sejak 14 Februari 2007, sedangkan Miriam sejak September 2007," kata dr Rahmat Wahyudi kepada wartawan di Sibolangit, Minggu (13/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perhatian lebih besar harus diberikan kepada Miriam karena orangutan berusia 6 bulan itu belum bisa mandiri. Menurut Rahmat, dibutuhkan waktu 2 hingga 3 tahun untuk dapat melepaskan Miriam ke hutan.
Selain Miriam dan Hugo, saat ini Pusat Karantina Orang
Utan menampung 20 orangutan. Tiga di antaranya merupakan penghuni baru, yakni Yanti, Erwin dan Kliwon.
Ketiga ekor orangutan yang berumur 4 hingga 6 tahun itu merupakan hasil sitaan Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) dari Nanggroe Aceh Darussalam.
Disebutkan Rahmat, penyelamatan orangutan Sumatera memang masih harus terus dilakukan jika ingin orangutan Sumatera musnah dari bumi. Berdasarkan data terakhir di tahun 2004 lalu, jumlah orangutan hanya tinggal sekitar 7.300. Angka ini diperkirakan menurun hingga 500 sejak 2004 hingga 2007 karena adanya aktivitas pembukaan hutan menjadi lahan pertanian maupun perkebunan. (rul/ken)











































