Pak Harto Kritis, Harga Sewa Tanah di Giribangun Melonjak

Pak Harto Kritis, Harga Sewa Tanah di Giribangun Melonjak

- detikNews
Minggu, 13 Jan 2008 18:13 WIB
Karanganyar - Kondisi mantan Presiden RI Soeharto masih kritis. Harga sewa tanah dan rumah di sekitar makam Astana Giribangun Kecamatan Matesih Karanganyar tiba melonjak.

Rumah warga desa sekitar terutama yang berada di bawah komplek makam saat ini sudah ada yang disewa oleh wartawan dan kru berbagai stasiun televisi. Tidak hanya itu, ladang, tegalan atau pekarangan rumah pun juga ada yang disewa.

Tujuannya untuk memudahkan peliputan dan mobilitas kegitan di sekitar Giribangun. Ladang atau tegalan yang berjarak 300-an meter dari Astana Giribangun telah disewa oleh semua stasiun televisi swasta. Tempat itu digunakan untuk menempatkan mobil OB Van
yang digunakan untuk siaran langsung dari lokasi. Β 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan informasi yang diperoleh detikcom, lahan seluas 100-an meter persegi tanpa ada tanaman palawija disewa dengan harga sekitar Rp 50 ribu per hari. Namun bila sampai hari H atau D-day, harganya bisa berlipat di atas Rp 1 juta/hari. Namun setelah itu harga kembali normal.

"Tegalan adik saya disewa beberapa TV masing-masing Rp 50 ribu per hari," kata Warto (55) Desa Karangbangun, Matesih kepada detikcom, Minggu (13/1/2008).

Menurut dia harga sewa itu sebagai ongkos ganti rugi bila ada tanaman palawija atau tanaman lain yang harus ditebang atau dibersihkan. Bahkan beberapa gundukan tanah di sekitar juga ada yang diratakan. "Hampir semua pekarangan atau ladang yang ada dipinggir jalan ini sudah disewa semua," katanya.

Selain itu kata dia, beberapa warga juga ada yang menjadi pedagang makanan dan minuman asongan tiban. Mereka berjualan di sekitar makam mupun di dekat jalan raya menuju komplek makam. Sebab di sekitar tempat itu tidak ada warung atau pedagang. Β 

(bgs/ana)


Berita Terkait