Rumah warga desa sekitar terutama yang berada di bawah komplek makam saat ini sudah ada yang disewa oleh wartawan dan kru berbagai stasiun televisi. Tidak hanya itu, ladang, tegalan atau pekarangan rumah pun juga ada yang disewa.
Tujuannya untuk memudahkan peliputan dan mobilitas kegitan di sekitar Giribangun. Ladang atau tegalan yang berjarak 300-an meter dari Astana Giribangun telah disewa oleh semua stasiun televisi swasta. Tempat itu digunakan untuk menempatkan mobil OB Van
yang digunakan untuk siaran langsung dari lokasi. Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tegalan adik saya disewa beberapa TV masing-masing Rp 50 ribu per hari," kata Warto (55) Desa Karangbangun, Matesih kepada detikcom, Minggu (13/1/2008).
Menurut dia harga sewa itu sebagai ongkos ganti rugi bila ada tanaman palawija atau tanaman lain yang harus ditebang atau dibersihkan. Bahkan beberapa gundukan tanah di sekitar juga ada yang diratakan. "Hampir semua pekarangan atau ladang yang ada dipinggir jalan ini sudah disewa semua," katanya.
Selain itu kata dia, beberapa warga juga ada yang menjadi pedagang makanan dan minuman asongan tiban. Mereka berjualan di sekitar makam mupun di dekat jalan raya menuju komplek makam. Sebab di sekitar tempat itu tidak ada warung atau pedagang. Β
(bgs/ana)










































