Pilkada Gianyar Diwarnai Pemilih Bodong

Pilkada Gianyar Diwarnai Pemilih Bodong

- detikNews
Minggu, 13 Jan 2008 12:33 WIB
Gianyar - Kabupaten Gianyar, Bali bakal menggelar coblosan Senin (14/01/2008) besok. Suhu politik kian memanas karena diwarnai polemik pemilih bodong.

Pilkada Gianyar diikuti dua pasangan, yaitu dari partai PDIP A.A Gde Agung Bharata-I Putu Yuda Thema, serta paket dari gabungan partai di antaranya Partai Golkar dan Partai Demokrat, Tjokorda Artha Ardana Sukawati-Dewa Made Sutanaya.

Pilkada Gianyar mendapat perhatian serius dari Ketum PDIP Megawati dan Ketum Partai Golkar Jusuf Kalla. Mereka sempat datang ke Gianyar untuk memberikan semangat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua KPUD Gianyar I Gde Pancawibawa mengatakan telah siap menggelar coblosan. Sebanyak 324.610 pemilih bakal mencoblos di 706 TPS (tempat pemungutan suara).

Sementara itu, pasangan dari Sukawati-Sutanaya melayangkan protes ke KPUD Gianyar atas dugaan pemilih bodong. Massa dari pasangan ini sempat berunjuk rasa ke KPUD Gianyar.

Ketua Tim Advokasi pasangan ini Gede Pasek Suardika menduga terdapat pemilih bodong dengan cara memberikan kartu pemilih kepada penduduk luar, sepertiย  Lombok yang sengaja didatangkan untuk memilih salah satu paket.

"Pilkada Gianyar untuk rakyat Gianyar bukan untuk masyarakat yang sengaja didatangkan dari luar," kata Suardika kepada wartawan, Minggu (13/01/2008) di Sukawati, Gianyar.

Ketua KPUD Pancawibawa mengatakan KPUD tidak melipatgandakan pemilih. Pihaknya telah meminta PPS (panitia pemungutan suara) untuk mengantisipasi penyalahgunaan kartu pemilih oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Aparat keamanan telah siap siaga mengamankan Pilkada Gianyar. Sebanyak 1.000 personil Polres Gianyar dikerahkan untuk mengantisipasi aksi kekerasan pada Pilkada ini. Pengamanan Pilkada Gianyar juga dibantu oleh Polres Bangli, Klungkung dan Karangasem serta satu peleton Brimob Polda Bali.

Kapolda Bali Irjen Polisi Paulus Purwoko meminta masyarakat untuk menempuh jalur hukum jika menemukan pelanggaran dalam pencoblosan. Ia menilai bentrok antar warga Sukawati, Gianyar pada masa kampanye adalah bersifat pribadi.

(gds/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads