Jakarta - Sikap Presiden RI SBY yang menyuruh Jaksa Agung Hendarman Supandji menawarkan perundingan kasus perdata Soeharto dinilai berlebihan. Sikap SBY merupakan bentuk ajang kampanye menjelang Pilpres 2009.
"Bisa jadi seperti itu (kampanye). Itu sikap berlebihan," ujar pengamat Politik dari LIPI, Lili Romli kepada
detikcom, Minggu (13/1/2008).
Menurut Romli, mantan Presiden RI Soeharto memang masih mempunyai banyak pengikut. SBY bisa saja mencari simpati dari pengikut Pak Harto tersebut. Seharusnya pemerintah bisa bersikap proporsional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya menghormati Pak Harto sebagai orang yang berjasa. Tapi kan tidak usah berlebihan. Wapres sudah berkunjung dua kali, itu sudah bentuk kepedulian pemerintah. Tak perlu sampai menunda kegiatan negara seperti menunda kedatangan PM Myanmar karena Pak Harto," kata Romli.
(ziz/ana)