"Ya, gali lagi. Seratus persen. Saya ingin agar digali lagi," kata Musharraf dalam wawancaranya dengan Newsweek seperti yang dilansir AFP, Minggu (13/1/2008).
Almarhumah Bhutto tidak pernah diotopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya. Musharraf berpendapat, otopsi diperlukan agar dapat diketahui dengan jelas apakah Bhutto ewas karena luka tembak atau ada sebab lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena mereka tahu, faktanya tidak ada masalah dengan kematiannya. Semua orang ingin mendapat keuntungan politis. Semua pihak oposisi selalu mencoba mencari untung," katanya.
Walau mampu, Musharraf mengaku tidak akan memerintahkan penggalian secara sepihak. Tidak semuanya hitam-putih. Ini akan merembet ke masalah politis lainnya. Jika saya memerintahkan penggalian begitu saja akan sangat ceroboh, kecuali orang-orang Bhutto mengizinkannya. Tapi mereka tidak akan," tuturnya.
Bhutto ditembak mati usai berkampanye tanggal 27 Desember 2007 di Rawalpindi. Dia ditembak di bagian leher dan dada ketika sedang melambaikan tangannya lewat sun roof mobilnya. Pelaku yang menembak Bhutto lalu meledakkan diri dan menewaskan pendukung mantan perdana menteri itu.
(gah/mar)











































