Ginandjar tampak berusaha menghindari wartawan. Begitu turun dari lift, dia "menyelinap" masuk ke Kafe Olala di dekat pintu masuk depan RSPP, Jl Kiai Maja, Jakarta Selatan, Sabtu (12/1/2008). Dia berdiri menghadap kaca, sembari menunggu kendaraannya datang menjemputnya.
Ketika detikcom menyapanya, eks menteri era Orba ini, tampak kaget. Berikut petikan wawancara dengan Ginandjar yang bersafari biru dan berpeci hitam ini:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eh Mas...
Sudah bertemu Pak Harto?
Belum. Beliau masih tertutup.
Bagaimana kondisinya?
Saya dengar sudah baik kondisinya. Dan saya doakan yang terbaik buat dia (mengangkat tangan seolah berdoa).
Ginandjar yang pernah menjabat menteri pertambangan dan menko ekuin pada masa Soeharto, adalah satu dari 14 menteri yang menandatangani surat pernyaaan pada 20 Mei 1998. Surat itu secara implisit meminta Soeharto mundur. Soeharto yang merasa ditinggalkan pun mundur keesokan harinya.
(dnl/nrl)











































