Tidak ada penutupan bandara atau pengalihan penerbangan menyusul kritisnya Pak Harto.
Sementara itu, di pinggiran bandara, setidaknya 4 mobil OB Van milik stasiun TV telah berjajar. Sekitar 15-an wartawan juga berjaga di tempat parkir di dekat kantor Pom TNI AU, satu komplek dengan bandara.
Sejak tadi malam ada 6 mobil dan 1 bus yang disiagakan. Kendaraan itu disiapkan guna mengantisipasi jika Pak Harto wafat. Di antara kendaraan itu ada yang bermerek Mercy, Toyota Camry, dan Nissan Terrano.
Sedangkan di dalam bandara, sejak tadi pagi sudah ada Danlanud Marsekal Muda Deni Komara dan Dandim 072 Kolonel Ngakan G Sugiarto.
Pada pukul 10.15 WIB, datang rombongan pejabat Pemprov Jateng antara lain Plh Sekda Hadi Prabowo dan beberapa perangkat pemprov lainya. Mereka datang untuk mengecek kesiapan Solo menghadapi kemungkinan terburuk.
Mereka mengadakan rapat sekitar 15 menit. Setelah itu meluncur pergi. Diperkirakan mereka pergi ke Astana Giribangun, 40 km dari Solo, atau Dalem Kalitan, kediaman keluarga Cendana. Beredar informasi, Gubernur Jateng juga telah berada di Solo. (nrl/nrl)











































