Nenek di Bandung Membusuk di Kamar Mandi

Nenek di Bandung Membusuk di Kamar Mandi

- detikNews
Sabtu, 12 Jan 2008 10:50 WIB
Bandung - Perempuan lanjut usia, Maria Andayani (74) ditemukan tewas membusuk di kamar mandi rumahnya, Jl. Cikampek 16 No 16 Kelurahan Antapani Tengah Kecamatan Antapani, Bandung. Sabtu (12/1/2008).

Penemuan mayat ini bermula kecurigaan para tetangga yang tidak melihat korban keluar rumah sejak Kamis 10 Januari 2008.

"Biasanya kalau pergi jendela rumah selalu ditutup. Tapi ini malah terbuka. Lampu luar rumah pun mati, sementara lampu di dalam rumah menyala," ujar Ati (35), tetangga korban yang rumahnya berhadapan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karenanya dia menghubungi tetangga lainnya, Titi Indiarwati (52), yang merupakan satu jamaat dengan korban. Sekitar pukul 07.30 WIB, Titi ditemani dengan petugas pengamanan kompleks, masuk ke dalam rumah.

"Saya mencari ke dalam rumah dan tercium bau busuk. Saat melihat kamar mandi, terlihat kaki korban. Kepalanya bersandar di pintu kamar mandi dengan bagian hidung memar.Korban telanjang, sepertinya baru mandi," ungkap Titi.

Dia menambahkan perut korban terlihat membesar dan sekujur tubuhnya telah membiru. "Kayanya sudah meninggal dua hari lalu, sejak tidak terlihat oleh para tetangga," tuturnya.

Titi menuturkan, saat masuk ke dalam rumah, tidak ada yang janggal. "Biasanya memang berantakan. Makanan di kulkasnya masih penuh," katanya.

Titi menambahkan, selama ini korban tinggal sendiri. Anak satu-satunya tinggal di Jakarta. Korban pun tidak mempunyai pembantu.

"Kalau mau pergi selalu bilang pada saya. Makanya saya curiga karena dia engga bilang akan pergi," ujarnya. Sementara berdasarkan pengakuan para tetangga, dalam dua hari ini tidak terlihat tamu yang berkunjung ke rumah korban.

Pantauan detikcom di lokasi pada pukul 10.30 WIB, rumah korban dipasangi police line. Puluhan tetangga berkerumun di luar rumah korban. (ern/mly)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini