Tak ayal, pengacara Cendana ini menjadi rebutan para wartawan. Banyak wartawan, utamanya televisi, yang melamarnya untuk siaran langsung dengannya bila kondisi Pak Harto memburuk.
"Saya jadi rebutan wartawan. Bahkan ada yang mau menjemput saya untuk wawancara live," cerita Assegaf pada detikcom, Sabtu (12/1/2008) pukul 07.20 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Assegaf berada di Yogya untuk berakhir pekan. Namun dia tetap memantau perkembangan Pak Harto. "Saya ngikuti running text di televisi sampai pukul 02.00 WIB. Saya pegang remote control terus," ujar pengacara kelahiran Solo ini.
Setelah itu pria humoris itu tidur sejenak. Namun ponselnya terus krang kring krang kring karena dia tidak mematikan gadget itu.
"Yang misscall sudah banyak banget, yang SMS juga," ujarnya. (nrl/nrl)











































