Pria berwajah Timur Tengah berusia 60-an tahun yang juga mengenakan sorban dan membawa tasbih itu mengaku bernama Habib Husein Umar Abu Bakar, pimpinan pondok pesantren Al Fahriyah.
Pria itu sempat menarik perhatian wartawan karena bisa melewati penjagaan polisi yang berjaga di ujung Jl Cendana, Jakarta, Jumat (11/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah sampai di teras rumah Pak Harto, Habib duduk di kursi panjang. Sementara di samping kursi panjang ada kursi lipat warna hijau. Setelah itu, pintu pagar rumah Pak Harto yang sebelumnya terbuka lebar, kemudian ditutup.
Sebelum masuk rumah Pak Harto, Habib sempat diwawancarai seratusan wartawan. "Kita melihat berita di rumah sakit, katanya beliau sudah kritis, jadi kita ke sini atas inisiatif panggilan dari Yang Kuasa," ujarnya.
"Kalau memang beliau diberi kesehatan, ya kita doakan semoga beliau cepat sehat. Ini dorongan dari hati saja ke sini, karena beliau juga berjasa kepada bangsa ini, tidak ada salahnya kita ke sini," sambung Habib.
Memang dekat dengan keluarga Cendana? tanya wartawan. "Dibilang dekat ya dekat, dibilang nggak ya nggak," ucapnya.
Ada kontak supaya datang ke sini? cecar wartawan. "Nggak, inisiatif sendiri," sahutnya sambil berlalu dan masuk ke rumah Pak Harto.
Setelah Habib dan temannya duduk di teras rumah Pak Harto, terlihat lampu-lampu di dalam rumah dimatikan dan gorden ditutup. Sementara lampu di halaman tetap menyala. Mereka berdua tetap duduk di teras sambil mengobrol. Kurang lebih setengah jam, mereka pulang. Pagar dibuka untuk dilewati mereka, lalu ditutup lagi.
(sss/ana)











































