Pria Berjubah Putih Duduk di Teras Rumah Pak Harto

Pria Berjubah Putih Duduk di Teras Rumah Pak Harto

- detikNews
Jumat, 11 Jan 2008 23:24 WIB
Jakarta - Satu kursi panjang warna hitam yang biasanya ada di dalam rumah, ditaruh di teras rumah Pak Harto. Kursi yang bisa menampung 4 orang itu diduduki pria berjubah putih. Dia mengaku datang atas inisiatif panggilan Yang Kuasa. Siapa dia?

Pria berwajah Timur Tengah berusia 60-an tahun yang juga mengenakan sorban dan membawa tasbih itu mengaku bernama Habib Husein Umar Abu Bakar, pimpinan pondok pesantren Al Fahriyah.

Pria itu sempat menarik perhatian wartawan karena bisa melewati penjagaan polisi yang berjaga di ujung Jl Cendana, Jakarta, Jumat (11/1/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petugas di gerbang rumah Pak Harto No.8 pun welcome-welcome saja dengan kedatangan Habib yang ditemani seorang pria berbusana koko coklat dan berkopiah hitam. Padahal tidak sembarangan orang bisa masuk.

Setelah sampai di teras rumah Pak Harto, Habib duduk di kursi panjang. Sementara di samping kursi panjang ada kursi lipat warna hijau. Setelah itu, pintu pagar rumah Pak Harto yang sebelumnya terbuka lebar, kemudian ditutup.

Sebelum masuk rumah Pak Harto, Habib sempat diwawancarai seratusan wartawan. "Kita melihat berita di rumah sakit, katanya beliau sudah kritis, jadi kita ke sini atas inisiatif panggilan dari Yang Kuasa," ujarnya.

"Kalau memang beliau diberi kesehatan, ya kita doakan semoga beliau cepat sehat. Ini dorongan dari hati saja ke sini, karena beliau juga berjasa kepada bangsa ini, tidak ada salahnya kita ke sini," sambung Habib.

Memang dekat dengan keluarga Cendana? tanya wartawan. "Dibilang dekat ya dekat, dibilang nggak ya nggak," ucapnya.

Ada kontak supaya datang ke sini? cecar wartawan. "Nggak, inisiatif sendiri," sahutnya sambil berlalu dan masuk ke rumah Pak Harto.

Setelah Habib dan temannya duduk di teras rumah Pak Harto, terlihat lampu-lampu di dalam rumah dimatikan dan gorden ditutup. Sementara lampu di halaman tetap menyala. Mereka berdua tetap duduk di teras sambil mengobrol. Kurang lebih setengah jam, mereka pulang. Pagar dibuka untuk dilewati mereka, lalu ditutup lagi.
(sss/ana)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads