Menurut keterangan salah seorang warga bernama Sakir (30), pengeboran mulai dilakukan pada Kamis 10 Januari 2008 mulai pukul 23.00 WIB. Pagi harinya, kata Sakir, rumah warga mulai retak-retak.
"Rumah saya retak-retak karena pengeboran, saya takut rumah saya roboh," kata Sakir di rumahnya, Jumat (11/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat kejadian ini, warga pun memrotes dan menuntut pengeboran dihentikan. "Kami khawatir rumah roboh, kami minta pengeboran dihentikan," ujarnya.
Sementara itu pihak Pertamina mengaku tidak dapat memenuhi tuntutan tersebut. Menurut koordinator lapangan bagian pengeboran Pertamina Hadilin, pengeboran tersebut merupakan program pemerintah untuk menghimpun sumber minyak mentah.
Namun, Pertamina berjanji akan mengganti kerusakan yang diakibatkan oleh pengeboran tersebut. "Kalau dihentikan kayaknya tidak bisa, ini program pemerintah pusat, tapi kita akan ganti yang rusak," tandas Hadilin.
Pengeboran sedalam 17 meter hingga 30 meter itu rencananya akan dilakukan di dua kabupaten yaitu Indramayu dan Cirebon dengan 8 ribu titik pengeboran. (ken/nrl)










































