Dokter: Soeharto Wafat Kalau Pacu Jantung Dipaksa Dipasang

Dokter: Soeharto Wafat Kalau Pacu Jantung Dipaksa Dipasang

- detikNews
Jumat, 11 Jan 2008 13:23 WIB
Jakarta - Kondisi Soeharto masih labil. Alat cardio resynchronization therapy (CRT) atau pacu jantung belum dipasang. Jika dipaksakan dipasang, Pak Harto akan meninggal.

"Risiko terburuk kalau dipaksakan dipasang, ya meninggal," ujar ketua tim dokter kepresidenan Mardjo Soebiandono di RSPP, Jl Kyai Maja, Jakarta Selatan, Jumat (11/1/2008).

Anggota tim dokter kepresidenan yang merupakan ahli jantung, M Munawar menyatakan, bila CRT dipasang, ada hal yang mengurangi peranan fungsi jantung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh sebab itu, imbuh Munawar, dalam mengambil tindakan, pihaknya memperhatikan 2 hal. Yakni mengambil manfaat sebesar-besarnya dan risiko yang sekecil-kecilnya.

"Kondisi sekarang ini risikonya sangat besar karena tergantung alat CVVHD. Risiko terjadinya infeksi juga ada. Kondisi jantungnya juga tidak stabil sehingga akan meningkatkan risiko," jelas Munawar.

"Kalau pemasangan CRT telat bagaimana, Dok?" tanya wartawan.

"Pemasangan CRT ini bukan life saving seperti yang kita lakukan pada 2001. Pemasangan ini untuk memperbaiki penurunan fungsi jantung," jawab Munawar.
(nik/nrl)


Berita Terkait