"Tentunya pesawat itu terbang ada yang memerintahkan. Heli ini tugasnya stand by SAR dan sudah jadi tanggung jawab Danlanud Pekanbaru. Setiap pengerahan pesawat sudah jadi tanggung jawab Danlanud," kata KSAU Marsekal Madya TNI Subandrio di Halim Persada,
Halim Persadakusuma, Jakarta Timur, Jumat (11/1/2008).
Menurut Subandrio, Danlanud Pekanbaru seharusnya tahu bila ada penumpang asing. Sebab ada prosedurnya untuk mendapat security clearence dari Mabes TNI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Subandrio mengaku belum mendapatkan laporan tujuan keberadaan warga asing dan sipil di pesawat itu. "Kita sampai sekarang belum dapat laporannya," kata dia.
Subandrio juga membantah adanya bisnis siluman atau sewa menyewa alutsistanya selama ini di TNI AU. "Saya tegaskan tidak ada pesawat militer yang dibisniskan. Saya sudah perintahkan untuk menyelidikinya di lapangan dan tidak ada seperti yang Anda katakan. Tidak ada transaksi seperti itu di tempat kejadian," papar Subandrio.
Dalam kesempatan itu, Subandrio menyayangkan kejadian tersebut mengingat dirinya belum lama ini memberikan entry brefieng kepada jajarannya terkait kedislipinan saat baru menjabat KSAU. Dia menyampaikan agar setiap prajurit disiplin dan setiap komandan satuan untuk menindak tegas prajurit tidak disiplin.
"Belum seminggu saya bicara ada kejadian ini. Saya akan tindak tegas. Kalau masih ada seperti ini, ya keterlaluan. Perwira ditegur itu sudah berat apalagi dicopot dari jabatannya," ujarnya.Ketika ditanya soal temuan uang satu koper berisi dollar Singapura dan uang pecahan Rp 100.000 di kabin pesawat seperti diutarakan pihak kepolisian. Subandrio membantahnya, "Tidak ada itu, saya belum dapat laporan itu," jawabnya.
(zal/aan)











































