"Kita sudah sangat mewaspadai karena ada tanda-tanda awal dari infeksi. Kalau ini terjadi seperti pneumonia akan lebih buruk keadaannya. Jadi belum infeksi, baru reaksi peradangan," kata spesialis paru, dr Hadiarto Mangun Negoro dalam jumpa pers di RSPP, Jalan Kyai Maja, Jakarta Selatan, Jumat (11/1/2008).
Menurut dia, telah dilakukan tindakan atau terapi untuk pencegahan dengan memberikan antibiotik dan obat antiradang. "Mudah-mudahan ini tidak akan terjadi," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau tadi dikatakan dari foto hasilnya lebih baik, karena kita mengeluarkan cairan lebih banyak. Kalau kemarin 1.500 cc. Sampai hari ini 2.200 cc dalam 24 jam. Ini karena alat CCVHD," ujarnya. (aan/nrl)











































