Bogem Wartawan, 2 Satpam BRI Jadi Tersangka

Bogem Wartawan, 2 Satpam BRI Jadi Tersangka

- detikNews
Jumat, 11 Jan 2008 00:04 WIB
Pekanbaru - Gara-gara mengungkap pungutan liar di lingkungan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Kota Bagansiapi-api, Riau, seorang wartawan menjadi sasaran penganiayaan satpam.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu 9 Januari 2008 itu bermula dari berita yang ditulis wartawan surat kabar Riau Mandiri yang bertugas di kabupaten Rokan Hilir, bernama Jonathan Surbakti.

Dia menulis soal pungutan liar yang dilakukan satpam BRI Unit Kota Bagansiapi-api terhadap nasabah yang hendak melakukan transaksi.

Jonathan mengungkapkan, satpam BRI melancarkan pungli dengan memperjualbelikan nomor antrean. Satu nomor antrean dibandrol dengan harga Rp 10 ribu. Dengan pungli itu, nasabah bisa cepat melakukan transaksi karena mendapat nomer urut kecil.

"Jika nasabah tidak menyetor pungli, satpam akan memberi nomor besar," kata Jonathan, Kamis (9/1/2007).

Aksi satpam BRI di kota yang berjarak 200 km arah utara dari  Pekanbaru ini sebenarnya sudah berlangsung lama.

Pada Rabu 9 Januari 2008 sekitar pukul 15.00 WIB, Jonathan mengaku ditelepon oleh satpam BRI bernama Abdul Rahman dan Zainal Abidin. Keduanya meminta untuk bertemu Jonathan.

"Kita bertemu dulu, ada masalah yang harus diselesaikan. Kamu sekarang ada dimana?" kata Jonathan menirukan pertanyaan satpam itu.

Kedua satpam itu lantas mendatangi Jonathan yang berada di Hotel Kendedes, Kota Bagansiapi-api. Sesampainya di lobi hotel, keduanya menyeret Jonathan keluar.

Di sana, Abdul Rahman beberapa kali melayangkan bogem ke wajah Jonathan yang tidak melakukan perlawanan. Akibatnya pelipis Jonathan robek, hidungnya berdarah, dan mukanya lebam.

Untunglah kejadian itu segera diketahui petugas dari Polsek Bangko. Setelah menjalani pemeriksaan, hingga saat ini kedua satpam itu masih ditahan di Polsek Bangko.

Kapolres Rokan Ilir AKBP Agus Sarjito menyatakan pihaknya masih menahan 2 satpam BRI tersebut. Polres Rokan Ilir sudah mentapkan mereka sebagai tersangka pelaku penganiayaan terhadap Jonathan.

"Kasus ini masih kita tangani dan tersangka masih kita tahan. Kami akan segera melimpahkan ke kejaksaan. Kasus ini akan kita tuntaskan," kata Agus saat dikonfirmasi detikcom.
(cha/ary)


Berita Terkait