Ba'asyir datang ke Riau dalam rangka peringatan 1 Muharam karena diundang masyarakat Kabupaten Bengkalis yang menggelar acara di Kota Duri.
Begitu mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Kamis (10/1/2008), Ba'asyir yang datang bersama Ustad Abu Muhammad Jibril dimanfaatkan Tabliq Robbani. Ba'asyir dibawa ke Masjid Agung An Nur. Ba'asyir kemudian berceramah selama 2 jam usai salat dzuhur.
Selesai berceramah sekitar pukul 14.30 WIB, amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) itu masuk ke dalam mobil Toyota Kijang. Nah, panitia melihat sang sopir mengenakan rompi FPI, sementara di bangkunya ada jaket berlambang Partai Hanura pimpinan Wiranto.
Massa Robbani protes ada unsur partai, sementara kedatangan Ba'asyir dalam rangka peringatan hari agama. Ba'asyir lalu dipindahkan ke mobil lain. Ada berjejer 3 mobil. Namun ternyata semua sopirnya beratribut serupa.
Emosi, massa pun berusaha menarik jaket Hanura. Namun sopir marah. Akhirnya terjadilah adu mulut. Melihat kericuhan tersebut, satpam masjid mencoba melerai. "Sudah, sudah, ini halaman masjid, jangan ada keributan," imbau sang satpam.
Kericuhan mereda. Sopir kemudian masuk ke dalam mobil sambil mengomel. Namun kemudian mengumpat dengan kata kotor. Massa pun kembali marah. "Di halaman masjid kok ngomong kotor," geram massa kemudian memukuli sopir.
Mencegah kericuhan melebar, satpam masjid meminta rombongan Ba'asyir segera berangkat saja. 5 Satpam pun menghalau dan menghalangi massa mendekati mobil. "Sudah, jangan ribut, ini masjid," pinta satpam.
Sementara Ba'asyir tetap berada di dalam mobil saat kericuhan terjadi. Rombongan Ba'asyir kemudian berangkat menuju Duri.
Panitia Tabliq Robbani, Haris Jumadi, menjelaskan, keributan dipicu lambang partai di dalam mobil Ba'asyir. "Kedatangan Ba'asyir bukan untuk membawa nama partai, melainkan untuk umat Islam," ujar anggota DPRD Kota Pekanbaru dari FPKS ini.
Sebelumnya, kericuhan kecil sempat terjadi saat pengawal Ba'asyir menghalau wartawan yang hendak mewawancarai Ba'asyir. Adu mulut pun terjadi. "Sudah, sudah, jangan ribut di sini," ujar Ba'asyir meredakan suasana.
Dalam ceramahnya, Ba'asyir sempat mencap Presiden AS George W Bush sebagai setan yang mengacau dunia ini. "Mereka yang melakukan pembunuhan di dunia, tapi anehnya, kok malah saya yang dituding teroris," ujarnya. (sss/ana)











































