"Sebagai ketua umum, saya melihat fragmentasi makin hari makin aktif. Mulai kelihatan lobi-lobi dengan cara masing-masing yang menunjukkan eksistensinya," kata Mega.
Hal itu dia sampaikan dalam pidato peringatan HUT ke-35 PDIP di Kantor DPP PDIP Jl Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (10/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang harus kita jaga, harus tetap dalam koridor Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila, dan UUD 1945," imbuhnya.
Mega menjelaskan, tidak mudah baginya untuk memimpin partai berumur 35 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, partai berlambang banteng moncong putih itu banyak mengalami gelombang pasang surut.
"Membentuk partai itu mudah. Cari orang, terus dibawa, bikin akte notaris, lalu jadi. Yang sulitnya, membesarkan, menjaga kekompakan, soliditas anggota," jelasnya.
(fiq/sss)











































