Hal ini disampaikan Kapuspen TNI Marsekal Muda Sagom Tamboen kepada detikcom. "TNI tidak pernah merilis secara resmi mengenai rencana-rencana pemakaman. Tapi yang pasti TNI sudah melakukan hal-hal penting sebagai antisipasi bila ada kondisi terburuk," kata Sagoem.
Sagoem menyatakan hal ini menanggapi munculnya berita di detikcom mengenai dua skenario pemakaman bagi Soeharto bila nanti wafat, Rabu (9/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam rencana itu, Presiden SBY akan menjadi inspektur upacara pemakaman di Makam Astana Giri Bangun, Mangadeg, Karanganyar. Sementara Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) akan menjadi inspektur upacara di Lanud Halim Perdana Kusuma. Persiapan TNI ini sebagai langkah baik untuk mengantisipasi bila hal paling buruk menimpa Soeharto. (asy/asy)










































