Â
Aksi mahasiswa ini dimulai sekitar pukul 11.00 Wita. Mereka berkumpul di depan Mesjid 45, Makassar, Jl Urip Sumohardjo. Dari tempat ini, para mahasiswa mengendari sejumlah truk dan sepeda motor. Mereka menuju Kantor Dinas Pendidikan Sulsel.
Â
Tiba dikantor ini, mereka lalu orasi menolak BHP. "BHP sama saja dengan tidak memperbolehkan sebagian besar warga Indonesia untuk mengenyam pendidikan. Karena, sebagian warga Indonesia adalah orang miskin. Mana bisa orang miskin bayar uang sekolah," ujar Ikbal, salah seorang korlap. Para mahasiswa juga meminta agar APBN menganggarkan 20 persen untuk pendidikan.
Â
Aksi ini juga diwarnai dengan pengrusakan pagar Kantor Dinas Pendidikan Sulsel. Insiden ini berawal dari dorong-dorongan antara mahasiswa dan aparat kepolisian yang berjaga. Melihat massa yang banyak, polisi lalu menutup pagar kantor.
Sementara, pengunjuk rasa meminta agar mereka diperbolehkan masuk di dalam halaman. Dorong-dorongan berlangsung sekitar 15 menit. Karena kalah jumlah, polisi pun terdesak. Akhirnya pagar dirobohkan oleh mahasiswa.
Â
Aksi ribuan mahasiswa yang didominasi oleh mahasiswa Unhas dan Universitas Negeri Makassar (UNM) ini membubarkan diri usai membacakan sikap di depan Wakil Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Saleh. (gun/asy)











































