Orang menyebut dia Slysvester. Meski berseliweran nyaris tiap hari di sekitar terminal bus Tanjung Priok, tidak semua orang berani menegur Slysvester. Preman yang satu ini baru dibebaskan dari Nusakambangan sekitar 3 tahun lalu.
Rabu (9/1/2008) siang tadi, Mahmud (21) menjadi korban 'keganasan' Slysvester. Saat itu, Mahmud yang warga Pademangan Barat, Jakarta Utara ini hendak beralih angkutan umum di terminal bus Tanjung Priok. Tiba-tiba, Mahmud didekati oleh preman yang pernah mendekam di LP Nusakambangan selama 12 tahun itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat seorang pria tegap bertato, Mahmud tercekat kehilangan kata. Serasa terbius, dia pun menyerahkan HP yang sedang digunakannya.
"Takut. Saya serahkan saja. Lalu baru saya lapor polisi," tukas Mahmud.
Untunglah polisi bisa segera meringkus Slysvester yang tengah meneguk kopi di salah satu sudut terminal. Tidak ada upaya perlawanan dari preman itu. Slysvester mengaku sudah kapok dipenjara.
"Saya cuma mau pinjam buat nelpon," kelit Slysvester sambil digiring ke ruang tahanan.
(fiq/nrl)











































