SBY Irup di Astana Giri Bangun, JK Irup di Halim

Skenario Pemakaman Soeharto

SBY Irup di Astana Giri Bangun, JK Irup di Halim

- detikNews
Rabu, 09 Jan 2008 17:24 WIB
Jakarta - TNI sudah memiliki skenario pemakaman bila mantan Presiden Soeharto wafat. Namun, dalam dua skenario itu, Presiden SBY dijadwalkan menjadi inspektur upacara (irup) di Astana Giri Bangun, Mangadeg, Karanganyar. Sementara Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menjadi irup di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.

Seperti salinan radiogram Markas Besar TNI Staf Operasi mengenai 'Rencana Kegiatan Alpha' yang didapatkan detikcom, Rabu (9/1/2008), dua skenario itu bernama CB1 dan CB2. CB1 meliputi rute: RSPP-Halim-Adi Sumarmo-Mangadeg. CB2 meliputi rute: RSPP-Cendana-Halim-Adi Sumarmo-Mangadeg.

Berikut urutan kegiatan yang akan dilakukan dalam proses pemakaman Soeharto nanti:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

A. Untuk CB1 dan CB2, Tim advance akan diberangkatkan terlebih dulu dengan pesawat C130 atau Fokker 27 atau CN 235.

B. CB1:

1. Persemayaman di Lanud Halim Perdana Kusuma
2. Upacara pemberangkatan jenazah di Lanud Halim:
- inspektur upacara: RI 2 (Wakil Presiden). Cadangan: Menko Kesra
- komandan upacara ditunjuk oleh Kepala Staf Garnisun (Kasgar) I
- Pasukan upacara: 1 batalyon terdiri TNI AL, AD, AU ditunjuk Asops angkatan

3. Upacara penerimaan jenazah di Lanud Adi Sumarmo Solo:
- inspektur upacara: Pangdam IV/Diponegoro. Cadangan: Gubernur AAU
- komandan upacara: Asops Dam IV/Diponegoro. Cadangan: Asperdam IV/Diponegoro
- pasukan upacara: 1 batalyon

4. Upacara pemakaman di Mangadeg:
- inspektur upacara: RI 1 (Presiden). Cadangan: Menko Polhukam
- komandan upacara: Dan Brigade VI Kostrad. Cadangan: Dan Grup II Kopassus ditunjuk oleh Pangdam IV/Diponegoro
- pasukan upacara: 1 batalyon AD, AL, AU ditunjuk oleh Asops angkatan

C. CB2:

1. Persemayan di Cendana.
2. Pemberangkatan jenazah di Halim, penerimaan jenazah di Lanud Adi Sumarmo, dan pemakaman di Mangadeg seperti CB1.

Pesawat-pesawat yang akan disiapkan untuk proses pemakaman:
a. 1 buah C130 atau F27/CN235 untuk Tim Advance
b. 1 buah C130 V untuk jenazah dan keluarga
c. 1 buah Boeing 737 V untuk pelayat VIP
d. 2 buah C130 untuk pelayat

Sementara itu, hingga pukul 17.18 WIB, Soeharto masih ditangani secara intensif oleh tim dokter di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Soeharto masih sadar, namun dalam kondisi lemah.

Skenario yang dibuat TNI ini merupakan langkah antisipasi yang terpuji. Sebelumnya Panglima TNI juga menyampaikan bahwa TNI menyiapkan penghormatan dan pemakaman untuk Soeharto. (asy/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini