Wartawan Jenguk Kawan di RSPP, Kamera 'Dilucuti'

Wartawan Jenguk Kawan di RSPP, Kamera 'Dilucuti'

- detikNews
Rabu, 09 Jan 2008 15:52 WIB
Jakarta - Tidak bisa sembarangan mengambil gambar di rumah sakit. Terlebih rumah sakitnya sedang merawat mantan orang nomor satu Indonesia.

Akibatnya wartawan yang hendak menjenguk kawannya yang sakit harus bersedia 'dilucuti' kameranya. "Ayo senjatanya ditinggalkan di bawah. Jangan dibawa," kata seorang penjaga keamanan RSPP, Rabu (9/1/2007) kepada rombongan wartawan TV yang hendak menjenguk temannya di lantai 7.

Akhirnya mereka terpaksa menitipkan kameranya pada temannya yang lain. Kunjungan pun tidak bisa langsung berbarengan, mereka harus bergiliran masing-masing 6 orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tunggu dulu. Tunggu yang lain turun ya," tambah penjaga itu.

Lift yang mereka gunakan adalah lift yang juga digunakan kerabat dan kolega Soeharto untuk menjenguknya. Lalu bagaimana bila wartawan tersebut 'mampir' dulu di lantai 5, tempat Soeharto dirawat?

"Tiap lantai ada yang menjaga, Mas. Mereka selalu periksa siapa yang datang," kata ibu penjaga berkerudung itu pada detikcom.

Penjaga tersebut mengatakan, kamera dilarang untuk melindungi privasi pasien RSPP. Pasien yang dirawat juga bukan hanya 1 orang.

"Kasihan nanti kalau terganggu. Kalau mau liputan atau mengambil gambar harus seizin humas," jelasnya.

(gah/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads