Akibatnya wartawan yang hendak menjenguk kawannya yang sakit harus bersedia 'dilucuti' kameranya. "Ayo senjatanya ditinggalkan di bawah. Jangan dibawa," kata seorang penjaga keamanan RSPP, Rabu (9/1/2007) kepada rombongan wartawan TV yang hendak menjenguk temannya di lantai 7.
Akhirnya mereka terpaksa menitipkan kameranya pada temannya yang lain. Kunjungan pun tidak bisa langsung berbarengan, mereka harus bergiliran masing-masing 6 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lift yang mereka gunakan adalah lift yang juga digunakan kerabat dan kolega Soeharto untuk menjenguknya. Lalu bagaimana bila wartawan tersebut 'mampir' dulu di lantai 5, tempat Soeharto dirawat?
"Tiap lantai ada yang menjaga, Mas. Mereka selalu periksa siapa yang datang," kata ibu penjaga berkerudung itu pada detikcom.
Penjaga tersebut mengatakan, kamera dilarang untuk melindungi privasi pasien RSPP. Pasien yang dirawat juga bukan hanya 1 orang.
"Kasihan nanti kalau terganggu. Kalau mau liputan atau mengambil gambar harus seizin humas," jelasnya.
(gah/nrl)











































