Bustanil Arifin: Kasus Perdata Soeharto Harus Dihentikan

Bustanil Arifin: Kasus Perdata Soeharto Harus Dihentikan

- detikNews
Rabu, 09 Jan 2008 14:50 WIB
Jakarta - Menteri Koperasi/Kepala Bulog era Orba, Bustanil Arifin, kembali menjenguk Soeharto. Berbeda dengan kunjungan sebelumnya, Bustanil tidak diperbolehkan melihat Pak Harto.

"Tidak diizinkan tim dokter," katanya usai menjenguk penguasa Indonesia 32 tahun itu di RSPP, Jl Kyai Maja, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2008).

Meski tidak diperkenankan melihat Pak Harto, Bustanil meminta agar kasus perdata yang melilit Pak Harto bisa dihentikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bustanil yang mengenakan kemeja safari warna coklat ini mengatakan, dana di semua yayasan yang dididirkan Pak Harto sangat membantu kehidupan sosial di Indonesia. Dana senilai Rp 6 triliun dari semua yayasan milik Pak Harto digunakan untuk membantu yatim piatu.

"Ini yang salah. Orang itu nggak ngerti jasa Pak Harto besar. Pak Harto tidak pantas dihukum tapi harusnya dipuji. Depsos aja tidak punya dana sebesar ini," ujar pria berusia 82 tahun ini.

Menurut Bustanil, dari dana Rp 6 triliun tersebut didepositokan dan bunganya yang mencapai 7-8 persen per tahun digunakan untuk membantu yatim piatu setiap tahunnya. Bantuan tersebut disalurkan melalui Yayasan Dharmais dan Supersemar.

"Berapa miliar coba itu yang digunakan untuk bantu yatim piatu. Yayasan memberikan bantuan kepada 50.000 panti asuhan setiap harinya," imbuhnya. (ziz/nrl)


Berita Terkait