Kegiatan ilmiah berskala besar Indonesian Student’s Scientific Meeting 2008 (ISSM 2008) ini mengambil format seminar bertema Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia: Sebuah Pendekatan Antardisiplin dan akan digelar di Delft University of Technology, 13–15 Mei 2008 mendatang.
Rancangan kegiatan dan tema ISSM 2008 ini sudah disiapkan sejak musim semi dan dimatangkan pada musim panas 2007 saat Summer Camp di Zeeland, Belanda. Namun pelaksanaannya sengaja dijatuhkan pada Mei 2008, mengambil momentum peringatan 100Th Kebangkitan Nasional.
Lima pembicara kunci kaliber internasional akan menambah bobot ISSM 2008, yakni dua profesor dari Indonesia dan tiga profesor dari Belanda.
Mereka adalah ahli kedirgantaraan yang juga mantan presiden Republik Indonesia Prof. Dr.-Ing. Dr. Sc.hc BJ Habibie dan Ketua Dewan Penyantun Yayasan Pembangunan Berkelanjutan Indonesia Prof. Dr. Emil Salim.
Kemudian Ketua Grup Hoogewerff Sustainable Chemical Technology, University of Groningen Prof. ir. G.J. Harmsen, Associate Professor in Risk Management and Sustainability Delft University of Technology Dr. Saul Lemkowitz dan Professor of Valorisation of Plant Production Chains Wageningen University Prof. Dr. Johan Sanders.
Penerimaan pendaftaran peserta dan abstrak makalah masih terbuka hingga 20/1/2008. Hingga berita ini dimuat, tercatat sudah ada 52 abstrak makalah yang sudah masuk dari total 60 yang ditargetkan. Dari jumlah itu sebanyak 20 judul berasal dari berbagai universitas di Eropa, sisanya dari tanah air. Selanjutnya Scientific Committee akan menetapkan mana saja yang layak diterima.
Bagi peserta, forum ISSM ini berguna untuk membuka akses ke publikasi ilmiah nasional maupun internasional. Peserta yang berlatarbelakang dosen akan mendapat nilai KUM 15 jika karya mereka diterima sebagai Presentasi Oral dan nilai 10 jika diterima sebagai poster.
Tiga organisasi menjadi mesin kegiatan ini, yakni Institute for Science and Technology Studies (ISTECS) chapter Belanda, PPI Delft dan PPI Wageningen, bekerjasama dengan Delft University of Technology dan mendapat dukungan penuh dari KBRI Den Haag.
(es/es)











































