Salah satunya adalah karena Hillary mendapat dukungan dari kaum wanita. Mantan ibu negara AS itu unggul 10 persen dibandingkan Obama dalam pengumpulan suara dari kaum wanita.
Demikian menurut exit poll yang dilansir Sydney Morning Herald, Rabu (9/1/2008). Padahal dalam kaukus pertama di Iowa, Hillary kalah dari Obama dalam hal perolehan suara dari kaum wanita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan kondisi tersebut. Salah satunya, New Hampshire dikenal memiliki sejarah menahan laju kandidat-kandidat yang tiba-tiba melejit. Kubu Clinton pun pernah mencetuskan bahwa Obama tidak siap untuk Gedung Putih.
"Sebagian dari kita siap, dan sebagian lagi tidak siap," kata Hillary di malam sebelum pemilu pendahuluan di New Hampshire.
Kemungkinan lain, para pembantu Hillary telah meminta wanita itu untuk lebih menunjukkan kasih dan emosi. Dan entah kebetulan atau tidak, Hillary melakukannya di depan para pemilih di New Hampshire.
Dengan mata berkaca-kaca dan suara bergetar, Hillary mengatakan bagaimana personalnya kampanye kepresidenan ini baginya. "Ini bukan cuma soal politik. Ini tentang masa depan anak-anak kita," kata Hillary saat itu.
Terakhir, Obama dan kandidat Demokrat lainnya John Edwards bersama-sama menyerang Hillary dalam debat pekan lalu. Keduanya menyebut Hillary sebagai tawanan status quo. Mereka mungkin mencetak skor dalam debat tersebut. Namun Hillary yang terpojok bisa jadi telah memenangkan simpati para pemilih.
Berkat New Hampshire, Hillary kini bisa tersenyum bahagia menanti pemilihan berikutnya yang akan digelar di Michigan, Selasa 15 Januari mendatang. (ita/nrl)











































