"Virus itu kan berkembang dalam kondisi cuaca lembab seperti sekarang ini. Sehingga penyebaran virus sangat cepat," ujar Kepala Tim penanganan pasien flu burung RSHS, Hadi Yusuf, di RSHS, Jalan Pasteur, Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/1/2008).
Untuk itu, Hadi memperingatkan kepada masyarakat agar berhati-hati jika ada unggas di wilayahnya yang mati mendadak. "Jangan sampai kontak dengan ayam yang mati," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami telah berikan dia tamiflu, obat anti virus dan antibiotik. Kami juga telah ambil darahnya untuk diperiksa di Balitbangkes," ujar Hadi. DR baru masuk ruang isolasi flamboyan pukul 01.00 WIB dini hari, Kamis (9/1/2008).
Sedangkan pasien suspect lainnya, CP (24), warga Majalaya, kini suhu badannya sudah normal. Meski demikian, belum diketahui kapan CP bisa pulang. "Tes pertama sudah keluar, dia negatif," tuturnya.
Dua pasien suspect lainnya yaitu Bb dan Asp, yang sudah pulang sejak Senin, 7 Januari 2008 lalu, menurut Hadi masih dalam pengawasan pihak rumah sakit. "Kita masih awasi mereka hingga dua bulan. Jika sudah dua bulan, kita tidak awasi lagi," pungkasnya. (ern/djo)










































