DPR menilai penjelasan pimpinan TNI sangat penting segera dilakukan untuk menepis berbagai kecurigaan yang selama ini berkembang. Salah satunya mengenai adanya kegiatan komersialisasi alat utana sistem pertahanan (alusista) TNI di balik kejadian tersebut.
"Ini ada yang aneh. Ada pengusaha terkaya ke 14 di Singapura naik pesawat TNI keliling-keliling. Kebetulan kecelakaan, jadi ketahuan. Ini harus diklarifikasi secepatnya oleh pimpinan TNI," kata Ketua DPR Agung Laksono di Gedung DPR, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (9/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika digunakan untuk komersil jelas melanggar UU," ujar Agung.
Agung mengaku keberadaan WN Singapura di heli TNI AU itu sangat aneh dan mengherankan. Sebagai pengusaha, seharusnya dia bisa menyewa helikopter dari perusahaan komersial.
"Tapi mengapa menggunakan alat perang yang jumlahnya terbatas. Ini secepatnya harus dijelaskan oleh Panglima TNI. Apalagi ada orang asing yang meninggal. Komisi I DPR harus meminta penjelasan Panglima," tandas Agung. (djo/nrl)










































