Panglima Harus Klarifikasi Soal Jutawan Asing di Heli TNI AU

Panglima Harus Klarifikasi Soal Jutawan Asing di Heli TNI AU

- detikNews
Rabu, 09 Jan 2008 11:41 WIB
Jakarta - Kecelakaan helikopter TNI AU yang menewaskan jutawan Singapura, Robert Chandran, berbuntut panjang. DPR berniat meminta klarifikasi Panglima TNI mengenai kejadian ini.

DPR menilai penjelasan pimpinan TNI sangat penting segera dilakukan untuk menepis berbagai kecurigaan yang selama ini berkembang. Salah satunya mengenai adanya kegiatan komersialisasi alat utana sistem pertahanan (alusista) TNI di balik kejadian tersebut.

"Ini ada yang aneh. Ada pengusaha terkaya ke 14 di Singapura naik pesawat TNI keliling-keliling. Kebetulan kecelakaan, jadi ketahuan. Ini harus diklarifikasi secepatnya oleh pimpinan TNI," kata Ketua DPR Agung Laksono di Gedung DPR, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (9/1/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agung menegaskan, helikopter TNI AU yang mengalami kecelakaan di Desa Lubung Agung, Kecamatan Bandar Sikijang, Pelalawan, Riau, itu adalah alusista TNI. Kendaraan tersebut hanya boleh digunakan untuk kepentingan pertahanan negara.

"Jika digunakan untuk komersil jelas melanggar UU," ujar Agung.

Agung mengaku keberadaan WN Singapura di heli TNI AU itu sangat aneh dan mengherankan. Sebagai pengusaha, seharusnya dia bisa menyewa helikopter dari perusahaan komersial.

"Tapi mengapa menggunakan alat perang yang jumlahnya terbatas. Ini secepatnya harus dijelaskan oleh Panglima TNI. Apalagi ada orang asing yang meninggal. Komisi I DPR harus meminta penjelasan Panglima," tandas Agung. (djo/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini