Menurut dokter yang merawatnya, pendarahan itu diakibatkan masuknya alat bantu mesin dan menyebabkan HB Pak Harto drop.
"Tetapi pendarahan yang artinya ada luka tidak ada. Jadi HB turun bukan karena pendarahan tetapi hemolisis (sel-sel darah merah rusak karena masuk mesin)," kata anggota tim dokter Soeharto, Djoko Rahardjo, dalam jumpa pers di RSPP, Jalan Kyai Maja, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, dalam ginjal Soeharto masih ada batu. Jadi dalam keadaan sakit pun masih terlihat sel darah merah di urin.
Sebesar apa batunya? "Wah itu sudah dibicarakan 6 tahun lalu. jadi saya tidak usah mengulangi," sahut Djoko.
Djoko pun menolak membeberkan persentase kerusakan ginjal Pak Harto. Menurutnya, tim medis memprioritaskan pada pemeriksaan ginjal dan jantung. (aan/nrl)











































