Untuk mendapatkan presiden pilihannya, warga AS mengenal pemilu awal sebelum benar-benar menggelar pemilu 'sesungguhnya' di bulan November mendatang. Meski demikian, pertarungan antarbakal capres dalam tahapan ini sudah bukan main-main lagi.
Pemilu awal berlangsung di tingkat negara bagian. Pada tahap ini, ada dua langkah yang mesti dilalui. Pertama, setiap partai mencari unggulan untuk diusung. Kedua, dari nama unggulan itulah partai akan menentukan kandidatnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilpres awal di 17 negara bagian ini juga bisa dibilang warna-warni. Ada beberapa negara bagian memiliki tahapan yang berbeda satu sama lain.
Negara bagian Iowa, misalnya, menggelar pemilu awal yang disebut kaukus pada Kamis 3 Januari 2008 lalu. Pada sistem, ini, pemilih terdaftar dari suatu partai bertemu di tempat yang telah ditentukan. Misalnya, sekolah, gereja atau perpustakaan umum. Selanjutnya, mereka memberikan suara secara langsung dan bersamaan.
Seperti diketahui, Barack Obama yang merupakan kandidat dari Partai Demokrat berhasil unggul di negara bagian yang terkenal dengan hasil pertanian dan peternakannya itu. Sementara kubu Republik dimenangkan oleh Mike Huckabee.
Selain kaukus, ada pula sistem primary dimana kubu Republik dan Demokrat akan menggunakan kartu suara biasa alias tidak cuma anggota partai saja yang boleh berpartisipasi mencoblos. Sistem inilah yang dipakai negara bagian New Hampshire pada Selasa 8 Januari, dimana suara pendukung Demokrat memenangkan Hillary Clinton. Sedangkan dari kubu Republik, senator John McCain mengantongi suara terbanyak.
Namun, pemilu awal yang paling greget rasanya baru akan digelar satu bulan lagi, tepatnya pada Selasa 5 Februari 2008. Di hari itu, hampir separuh negara bagian menggelar pemilu awalnya. Warga AS pun punya nama khusus untuk hari spesial itu, yaitu 'Super Tuesday'.
Lewat dari jerat pemilu awal, kandidat unggulan masih harus menghadapi rintangan kongres partai atau konvensi. Tahapan ini digelar pada akhir Agustus hingga awal September.
Selanjutnya, para kandidat masing-masing kubu yang lolos akan memasuki panasnya tahap kampanye pemilu. Dan pada 4 November 2008 mendatang, gong pertarungan antara capres Demokrat dengan capres Republik ditabuh.
DW menulis, pada perhelatan akbar di bulan November itu, bukan perolehan mayoritas suara yang akan langsung menentukan siapa presiden berikutnya. Setiap negara bagian membentuk komite pemilih, dengan jumlah anggota berdasarkan jumlah penduduknya.
Komite ini kemudian yang memberikan suara bulat kepada satu kandidat pilihan. Itu artinya, the winner takes all, pemenang memperoleh semuanya. Dalam prakteknya, komite pemilihan akan memberi suara pada kandidat presiden yang memang merebut suara paling banyak pada hari pemungutan suara.
(fiq/nrl)











































