Heli itu rencananya akan dipakai Ketua Umum PDIP itu untuk mengirimkan bantuan korban gempa di Mentawai, Sumatera Barat, beberapa waktu lalu. Akhirnya, karena ditolak, niat itu pun batal dilaksanakan.
"Waktu itu ibu Mega sudah melalui berbagai prosedur untuk dapat meminjam heli milik TNI. Tapi tetap saja ditolak TNI dengan berbagai macam alasan. Nah sekarang kasus yang di Riau, heli jatuh justru penumpangnya warga sipil dan ada warga negara asing. Kenapa giliran orang asing diperbolehkan meminjam, justru mantan presiden kita sendiri ditolak?" cetus anggota Fraksi PDIP DPRD Riau, Hotman Manurung merasa heran dalam perbincangan dengan detikcom di Pekanbaru, Rabu (8/1/2008).
Dalam kasus jatuhnya heli TNI AU yang membawa warga sipil dan orang asing ini, kata Hotman, akan menguak apa yang sebenarnya terjadi dibalik semua ini. Pihak TNI AU Pekanbaru harus jujur ke publik soal penggunaan alat tempur milik negara.
"Kalau kita melihat dari penolakan TNI atas peminjaman heli untuk ibu Mega itu, jelas sekali dalam masalah ini ada diskriminasi. Giliran orang asing diperbolehkan. Jangan-jangan peralatan tempur milik negara ini sudah dibisniskan," kata Hotman yang juga menjabat Sekretaris Komisi A, Bidang Hankam DPRD Riau itu. (cha/aba)











































