Analisis Pidana Transfer BI ke DPR Dimulai 21 Januari

Analisis Pidana Transfer BI ke DPR Dimulai 21 Januari

- detikNews
Selasa, 08 Jan 2008 18:39 WIB
Jakarta - Kasus aliran dana Bank Indonesia (BI) terus ditindaklanjuti. Bahan dan data terus dikumpulkan sehingga bisa segera dianalisis untuk menentukan status kasus tersebut.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar mengatakan, pengumpulan data tersebut dilakukan mulai 7 Januari hingga 21 Januari 2008. "Setelah tanggal 21 Januari, data dianalisis. Adakah tindakan pidana korupsinya," ujar dia.

Hal itu disampaikannya usai berkenalan dengan pejabat di lingkungan Mahkamah Agung di Gedung MA, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (8/1/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pengumpulan data itu, KPK bahkan hingga mendatangi BI. Penyelidikan, lanjutnya pasti dilakukan secara tertutup. Sebab penyelidikan adalah langkah intelijen.

"Anak buah saya sudah jalan untuk pengumpulan keterangan dan data," imbuh Antasari.

BPK menemukan aliran dana BI ini ketika mengaudit laporan keuangan BI tahun buku 2004. Dalam LKBI ditemukan hubungan istimewa dengan YLPPI. BPK pun meminta laporan YLPPI. YLPPI yang berdiri tahun 1993 berubah nama menjadi YPPI sejak Agustus 2003.

BPK pun membandingkan laporan YLPPI pada Juni 2003 dengan total aset Rp 271,898 miliar dan laporan YPPI pada 31 Desember 2003 dengan total aset Rp 179,42 miliar. Di sinilah ditemukan penurunan aset senilai 92,4 miliar. Ternyata penurunan aset itu tidak dicatat dalam akuntansi YPPI.

Pada saat penggunaan untuk biaya diseminasi terhadap penegak hukum/ DPR maka harus dicatat sebagai pengeluaran atau biaya. Karena itu, BPK menyimpulkan ada penyimpangan dalam penarikan dan penyimpangan dana YPPI yang berindikasi tindak pidana korupsi, karena ada proses rekayasa akuntansi.

Namun KPK kesulitan mendapatkan barang bukti kasus tersebut. Untuk mengungkap aliran dana BI kepada anggota DPR, KPK pun bekerjasama dengan Badan Kehormatan (BK) DPR.

Berkenalan

Antasari menegaskan, kedatangannya ke MA pada Selasa ini hanyalah untuk perkenalan. "Kami kan baru terpilih, jadi ya kami memperkenalkan diri. Ini lho ketuanya, ini lho wakilnya," cetus dia.

Menurutnya, dia sama sekali tidak membicarakan reformasi birokrasi di tubuh MA yang telah berjalan 2 tahun. "Itu kan soal teknis. Tidak ada acara khusus kok (kedatangan) ini. Hanya perkenalan," pungkasnya. (nvt/aba)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads