Ruang tersebut digunakan sebagai ruang guru. Tetapi sejak 2 tahun lalu, sebagian ruang ini dipindahkan ke ruang kelas karena sangat mengkhawatirkan.
Selain itu, seluruh atap ruangan SMP yang berlokasi di Jalan Empang Tiga Ujung juga bocor. Genting sudah banyak yang tidak pada tempatnya dan beberapa di antaranya ditambel dengan potongan tenda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerusakan sekolah yang berada di kompleks perumahan transmigrasi ini sudah terjadi sejak 2005. Kini, semua ruangan bocor termasuk juga musala.
"Yang paling lumayan ruang komputer dan ruang perpustakaan karena barang-barangnya berharga," tambahnya.
Sekolah ini tiap angkatan memiliki 6 kelas dengan total siswa 643 siswa. Dari 1976, sekolah ini belum direhab sama sekali.
"Pernah menerima rehab ringan tapi dikembalikan karena alasan mau direhab total sehingga dikembalikan Rp 20 jutaan tahun 2002. Sekarang dari Dinas Pendidikan sudah berulang kali datang. Semua hanya janji. terakhir katanya Agustus 2008 mau di renovasi," tuturnya.
Akibatnya, murid pun terganggu. Terlebih jika hujan. "Kalau hujan, kita kebocoran. Terpaksa pulang," kata salah seorang siswa, Alam, siswa kelas 7-1. (asp/mly)











































