'Kekompakan' aksi kejahatan ini dicurigai dilakukan oleh sekelompak orang yang memang sudah merencanakannya. Namun pihak kepolisian belum memastikan apakah memang ada indikasi jaringan perampok melakukan hal itu.
"Kami belum bisa memastikan ada indikasi jaringan perampokan yang saling berkait antara satu kasus dengan kasus lainnya," kata Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Chairul Anwar di Mapolres Jakarta Selatan, Jl Wijaya III, Selasa (8/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai kekompakan aksi perampokan dan pencurian belakangan, Kapolres hanya menjawab santai. "Yah, namanya kejahatan tidak bisa di tebak. Meski demikian, polisi harus tetap waspada," ucapnya.
Seperti diberitakan detikcom Senin kemarin, dua perampokan terjadi di sebuah rumah pengusaha kertas Komplek BDN Cilandak pada pukul 11.00 WIB. Berselang tiga jam kemudian, atau sekitar pukul 14.00 WIB, perampok beraksi di sebuah rumah milik dokter gigi di Jalan Lauser Raya No 30, Kebayoran Lama. Belum sampai 12 jam, kejahatan kembali beraksi di rumah Kedubes Kroasia di Jalan Prapanca Raya, Selasa dinihari sekitar pukul 02.00 WIB.
Padahal, belum berselang seminggu, rumah anak Menteri Pertahanan RI, Yudhistira Sudarsono yang beralamat di Jalan Alam Asri VII Pondok Indah, Jakarta Selatan, disusupi maling dan 2 laptop hilang pada Rabu, 2 Januari 2008.
(asp/ana)











































