Antasari: Saya Keberatan Dikatakan Tak Serius Soal Soeharto

Antasari: Saya Keberatan Dikatakan Tak Serius Soal Soeharto

- detikNews
Selasa, 08 Jan 2008 12:49 WIB
Antasari: Saya Keberatan Dikatakan Tak Serius Soal Soeharto
Jakarta - Serangkaian kontroversi mengiringi pengangkatan Antasari Azhar sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia diragukan komitmennya dalam penegakan pemberantasan korupsi. Sejumlah isu tidak sedap mencuat terkait jabatan sebelumnya sebagai jaksa penyidik di Kejaksaan Agung.

Sebagai jaksa, Antasari memang menangani kasus-kasus kelas kakap. Sebut saja kasus korupsi Soeharto dan putranya, Hutomo Mandala Putra. Nah saat Antasari menjadi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Selatan, Tommy melarikan diri. Saat itu Tommy akan dieksekusi terkait putusan 18 bulan pejara korupsi dalam kasus tukar guling Bulog-PT Goro Batara Sakti (GBS). Maka isu pun beredar, Antasari telah membantu pelarian Tommy.

Kini pria kelahiran Pangkal Pinang, Bangka, 18 Maret 1953  telah menjadi Ketua KPK. Banyak kalangan tetap meragukan komitmennya. Bahkan sejumlah pihak menilai, Antasari dipilih menjadi Ketua KPK karena membawa pesan sponsor partai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagaimana Antasari menghadapi isu-isu tersebut? Gebrakan apa yang akan diambil Antasari sebagai Ketua KPK? Lalu bagaimana sikapnya terhadap kasus Soeharto? Berikut wawancara detikcom dengan Antasari Azhar di lantai 3 Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan:


Kenapa saat ini anda sangat sulit sekali memberikan statement kepada wartawan ?

Bukannya sulit tapi memang saya sengaja, karena sekarang saya tidak mau banyak berkata-kata daripada bertindak. Anda mengerti maksud saya.

Setelah menjadi ketua KPK yang baru, tanggung jawab seperti apa yang ingin anda tunjukkan untuk diri anda dan publik ?

Saya ingin semuanya berjalan apa adanya tidak ada rekayasa. Dan saya akan fungsikan lembaga ini sesuai dengan porsinya.

Apakah KPK akan transparan di dalam membongkar korupsi ?

KPK akan melakukan hal tersebut. Kalau seandainya ada yang tidak transparan silakan lapor ke saya langsung.

Bagaimana dengan kendala yang ada di dalam KPK sendiri ?


Tidak ada yang berarti. Saat ini untuk prosedurnya masih mengikuti aturan yang lama. Dan pemimpin KPK saat ini bukan hanya saya saja tapi ada 4 orang lainnya yang juga bisa diminta keterangannya.

Saat ini perkara apa saja yang dalam waktu dekat menjadi prioritas KPK?


Semua perkara yang sedang bergulir dan  akan digulirkan nantinya. Tapi maaf saya tidak bisa memberikan keterangan kepada media perkara apa saja yang dalam waktu dekat akan digulirkan.Karena ini merupakan prosedur dari KPK.

Setelah anda menjabat menjadi ketua KPK, 2 kasus besar telah anda gulirkan kembali, apa sudah anda pertimbangkan sebelumnya dampak dari itu semua?

Untuk yang di Medan saya rasa itu sudah keharusan walau dampaknya tidak ada yang memimpin di kota medan. Komisi Pemberantasan Korupsi tidak memikirkan dampak bagaimana atau siapa yang melakukan korupsi, yang jelas siapa yang melakukan korupsi kita tangkap.

Untuk kasus Rusdihardjo sendiri bagaimana ?


Untuk kasus ini sebenarnya sudah lama, saya hanya melanjutkan dari Pak Ruqi. Sedangkan kenapa saat ini baru dibongkar karena itu merupakan salah satu strategi dari KPK. Jadi bukan takut karena backgroundnya polisi. Saya tegaskan KPK tidak akan pandang bulu kepada siapa saja yang telah merugikan negara ini tetap akan diproses.

Bagaimana dengan pernyataan Rusdihardjo tidak pernah memakan dana pungli dan ini merupakan rekayasa dari Erikan Tarigan belaka ?

Silakan siapa saja untuk berargumen. Semua akan terjawab di persidangan nanti.

Kenapa Rusdihardjo belum diperiksa sampai saat ini, sedangkan sudah dalam tahap penyerahan kedua?

Beliau sedang sakit. KPK sudah mengirimkan tim untuk mengecek kebenaran dari kabar tersebut. Dan ternyata memang sakit.Jika keadaan Rusdihardjo sudah sembuh tentu akan kami periksa kembali.

Untuk kasus Soeharto yang belum tuntas sampai saat ini, bagaimana anda menilainya ?


Kasus Soeharto sudah ditangani Kejaksaan Agung. Sedangkan KPK berdiri setelah Soeharto lengser dan bertujuan menangani kasus korupsi yang sedang bergulir. Anda mengerti maksudnya.

Anda juga dianggap tidak serius menangani kasus korupsi Soeharto?


Saya keberatan dikatakan tidak serius. Yang tidak selesai itu di penuntutannya, di mana Pak Harto tidak hadir di sidang karena sakit. Waktu itu saya di Kejaksaan Agung sebagai penyidik, dan penyidikannya selesai. Saya memang memfasilitasi, membawa Soeharto ke rumah sakit.

Lalu bagaimana dengan isu anda yang membantu pelarian dari putra kesayangan Soeharto sendiri ?

Waktu itu saya panggil jaksa penuntut. Saya bilang ini putusan, laksanakan. Sorenya kami ke Jalan Cendana (mencari Tommy ke rumah Soeharto). Untuk mengecek Tommy sudah menerima putusan pengadilan atau belum. Ternyata, Tommy tidak ada di tempat. Nah, muncullah kabar saya melarikan Tommy.

Ada dugaan Anda dipilih oleh Komisi III DPR untuk membentengi dana aliran BI yang mengucur ke DPR, apa tanggapan anda?


Itu tidak benar. Saya sudah sebar orang  mencari data-data yang membuktikan adanya dana kucuran dari BI kepada anggota DPR. Saya telah memberikan deadline kepada tim pencari data itu sampai tanggal 21 januari 2008. Apabila terbukti tentunya langsung akan diproses hukum yang berlaku. Namun apabila datanya kurang akan saya suruh kembali mencari agar bisa membuktikan hal ini.

Lantas bagaimana tentang keraguan dari sebagian masyarakat terhadap kinerja kerja anda ?

Saya harus bicara apa jika ada yang beranggapan seperti itu terhadap saya. Saya hanya menyerahkan semuanya kepada Allah SWT untuk menjawab itu. Yang jelas saya akan bekerja secara maksimal dan membuktikan dengan tindakan saja.

Bagaimana dengan isu anda sering menerima suap ?

Itu juga tidak benar. Karena anggapan seperti inilah maka saya memutuskan untuk tidak banyak bicara di media. Saya hanya ingin tunjukkan lewat kerja saya saja saat ini.  (iy/iy)


Berita Terkait