"Berita itu benar, tapi penyebabnya belum. Nanti saya kirim Tim dari Mabes AU dan dari KNKT untuk menyelidikinya, apa penyebabnya," kata KSAU Marsekal TNI Subandrio usai upacara serah terima jabatan Panglima TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Selasa (8/1/2008).
Menurut Subandrio, dari informasi yang disampaikan Lanud Pekanbaru, pesawat dari Skauadron 6 Lanud Atang Sanjaya, Bogor, ini jatuh akibat mesinya mati. Untuk itu, Tim yang dikirim dari Mabes AU ini akan segera menyelidiki informasi tersebut. "Kita lihat apakah karena masalah teknis atau faktor cuaca," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambahkan Subandrio, helikopter jenis Twin pack merupakan pesawat hibah dari pemerintah Amerika Serika bekas perang Vietnam. Oleh TNI pada tahun 1980 sempat mengalami pergantian jenis mesin menjadi Turbo Shrack. Namun, penggunaannya telah dihentikan untuk proses operasi udara dan latihan TNI Angkatan Udara lantaran digantikan dengan pesawat Helikopter jenis puma.
TNI AU sendiri selama ini memang memiliki 8 unit pesawat Twin Pack, namun kini tinggal 3 unit termasuk yang jatuh di Pekanbaru. Pesawat ini sudah tidak didanai dan kekurangan suku cadangnya. "Spare part-nya sudah ditiadakan, lantaran pendanaan untuk pesawat tersebut dihentikan," tandas Subandrio.
(zal/ana)











































