Kejadian tersebut bermula ketika rumah dinas Dubes yang beralamat di Jl Prapanca Raya Blok P 3/6 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, didatangi lebih dari satu maling. Mereka memanjat dinding belakang, kemudian masuk ke tempat tidur Dubes yang ada di lantai 3.
"Hasil rekaman CCTV tidak tampak gambar orang, karena lampu dimatikan. Suasana gelap," ujar sopir pribadi Dubes Kroasia Dadang Rahmat (45) saat mendampingi atasannya melapor kehilangan di Mapolres Jakarta Selatan, Jl Wijaya III, Jakarta Selatan, Selasa (8/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akhirnya, maling menggasak 2 ponsel senilai masing-masing sekitar Rp 10 juta dan 1 jam tangan mewah yang tergeletak di meja samping tempat tidur Dubes.
"Padahal di depan ruang tidur ada anjing. Tapi karena anjing sudah tua, pendengarannya tidak tajam," ujar Dadang yang sudah menjadi sopir kedubes selama 10 tahun.
Saat terjadi pencurian di rumah berlantai 3 itu, juga terdapat istri Dubes. Namun karena sang istri berada di kamar yang berbeda, barang-barang istri tidak disentuh pencuri. Selain itu, di lantai tersebut juga terdapat pembantu bernama Eli (30) serta seorang polisi dari Polda Metro Jaya yang sedang tidur.
Hasil olah TKP polisi untuk sementara menyimpulkan, maling masuk dengan memanjat dinding belakang. Hal ini diperjelas dengan adanya bekas telapak tangan dan kaki di seluruh dinding belakang. (nik/sss)











































