Tongkat komando TNI ini diserahkan melalui upacara sederahana serah terima jabatan Panglima TNI dari Marsekal TNI Djoko Suyanto kepada Jenderal TNI Djoko Santoso di Plaza Sudirman Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (8/1/2008).
Sejumlah pejabat Kabinet Indonesia Bersatu dan pejabat lainnya hadir. Antara lain Menko Polhukam Widodo AS, Menhan Juwono Sudarsono, Kapolri Jenderal Pol Sutanto, Kepala BIN Syamsir Siregar, Ketua BPK Anwar Nasution, Gubernur DKI Fauzi Bowo, Ketua MPR Hidayat Nurwahid, dan tiga kepala staf angkatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djoko Santoso merupakan calon tunggal Panglima TNI yang diusulkan Presiden SBY melalui suratnya Nomor 65 yang diajukan kepada pimpinan DPR, pada Senin (28/11/2007) lalu. Alumni Akademi Militer (Akmil) 1975 itu baru menanjak namanya sejak menjabat sebagai Panglima Kodam XVI/Pattimura sekaligus Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan (Pangkoopslihkam) di Maluku pada periode 2002-2003.
Pria asal Solo kelahiran 8 September 1952 ini sebelumnya dipercaya menjadi Wakil Asisten Sosial Politik Kepala Staf Teritorial TNI pada 1998, Kepala Staf Kodam IV/Diponegoro pada 2000 dan setahun kemudian dipercaya menduduki kursi Panglima Divisi II/ Kostrad. Djoko yang tamat dari pendidikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) pada 1990 lalu, kemudian dipercaya sebagai Panglima Kodam Jaya periode Mei-Oktober 2003.
Selanjutnya, ayah dari dua anak ini dipercaya untuk menjabat sebagai Wakil KSAD sejak 2003 hingga 2005 dan langsung ditunjuk sebagai orang nomor satu di matra darat menggantikan Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu. (zal/asy)











































