Apalagi sekarang sedang digalakkan Visit Indonesia 2008. Jadi, sebaiknya kalangan swasta juga turut cuti bersama.
"Swasta harus dilibatkan. Cuti bersama itu mempunyai visi, misi serta strategi untuk memanfaatkan pariwisata dan menumbuhkan ekonomi," ujar pengamat kebijakan publik dari LIPI Syafuan Rozi kepada detikcom, Selasa (8/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi nggak usah pesimistis terlalu banyak libur berarti pegawai makan gaji buta," imbuh peneliti madya di Pusat Penelitian Politik LIPI ini.
Namun, disayangkan Syafuan, pemerintah kurang memberikan sosialisasi kepada masyarakat berkaitan dengan libur cuti bersama.
"Leadership mantan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew harus dicontoh. SBY harus tegas untuk mengimbau momen libur cuti bersama menuju pariwisata Indonesia. Seperti saat SBY kampanye perubahan iklim internasional," kata dosen IISIP Jakarta ini.
Inspirasi dari Jepang
Syafuan menilai, cuti bersama bakal mampu mendongkrak Visit Indonesia 2008.
Memanfaatkan hari libur untuk mendongkrak perekonomian lokal juga pernah dilakukan oleh Jepang.
Saat itu Perang Dunia II usai, ekonomi Jepang porak poranda. Festival rakyat pun digelar. Hasilnya, pertumbuhan ekonomi Jepang meningkat tajam. "Jepang membuka festival rakyat untuk memasarkan produk home industrynya," ujar Syafuan.
Taktik ekonomi Jepang ini juga diikuti oleh Singapura dan Malaysia. Terbukti, perekonomian dua negara itu melesat.
Syafuan juga menyatakan, dibandingkan mengundang investor ke dalam negeri untuk menggerakkan ekonomi, risiko mengadakan Indonesia Visit 2008 sangat rendah.
"Dengan pariwisata, risiko seperti kerusakan lingkungan dan polusi, rendah. Selain itu, untuk tenaga kerja, tidak meraup banyak. Sebab investor asing membawa tenaga ahli sendiri dan tenaga kita hanya dihargai rendah," terang Syafuan.
Pada zaman kepemimpinan Soeharto, imbuh Syafuan, Indonesia juga pernah mengikuti program menumbuhkan ekonomi pedesaan dengan menjadikan hari Sabtu sebagai hari libur.
"Pada waktu itu pegawai negeri libur setiap Sabtu dengan tujuan berlibur ke desa. Sehingga menggerakkan perekonomian di desa," kata dia. (nik/nrl)










































