"Sebagian orang menganggap pemilu itu permainan," kata mantan ibu negara AS itu dengan suara bergetar seperti dikutip kantor berita AFP, Selasa (8/1/2008).
"Padahal ini tentang negara kita, ini tentang masa depan anak-anak kita," ujar Hillary yang tampak berusaha keras menahan air matanya tidak tumpah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hillary pantas emosional. Dalam sejumlah polling menjelang pemilu pendahuluan di New Hampshire, 8 Januari waktu setempat, Hillary kalah dari rivalnya di Partai Demokrat, Barack Obama.
Namun istri mantan Presiden AS Bill Clinton itu bertekad akan terus melanjutkan perjuangannya menjadi calon presiden AS meskipun seandanya dirinya kalah di New Hampshire.
"Saya sudah merasa ini akan berlangsung sangat sulit, pemilu yang alot, dan saya siap untuk itu," tegas Hillary.
(ita/nrl)











































